AMBASSADE D'INDONESIE EN FRANCE

ET POUR LES PRINCIPAUTES D'ANDORRE ET DE MONACO

47 - 49 Rue Cortambert 75116 PARIS phn. 01 45 03 07 60 Fax. 01 45 04 50 32

Bagi WNI yang akan berkunjung ke Perancis selain memiliki paspor dan visa, maka diwajibkan untuk membawa dan memperlihatkan (apabila diminta petugas imigrasi) dokumen-dokumen sebagai berikut: - Tujuan tinggal di Perancis (untuk wisata: reservasi hotel, dokumen dari biro perjalanan; untuk kunjungan professional: surat dari perusahaan, undangan dari organisasi Perancis atau perusahaaan pengundang Perancis; untuk kunjungan pribadi: “attestation d’acceuil” (keterangan domisili yang diperoleh oleh pihak pengundang dari mairie/walikota di Perancis); - Biaya Hidup: uang tunai, cek wisata, kartu kredit internasional yang masih berlaku; dan - Tiket Pulang sebagai jaminan kembali ke Indonesia.




HIMBAUAN KEPADA WNI YANG AKAN BERKUNJUNG KE PARIS / PERANCIS, agar selalu waspada dan memastikan keamanan pribadi maupun barang-barang yang dimiliki pada setiap kesempatan, baik di tempat tinggal/penginapan, transportasi umum dan obyek wisata maupun tempat-tempat umum lainnya. Untuk itu setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri sangat diharapkan untuk melaporkan keberadaan dirinya kepada Perwakilan RI setempat apabila akan tinggal lebih dari 5 (lima) hari di negara yang dikunjungi. Jika terjadi kehilangan agar segera melapor ke pos polisi terdekat dan menghubungi KBRI Paris (24 jam).




Sehubungan dengan insiden di indonesia pada hari ini, 14 Januari 2016, Masyarakat indonesia di Prancis dimohon untuk tingkatkan Kewaspadaan dan saling berkoordinasi apabila ada hal2 yg mencurigakan. Jaga keamanan diri, lingkungan kerja masing2 dan keluarga. Apabila ada hal-hal penting mengenai keamanan WNI di Prancis, dapat menghubungi hotline KBRI Paris 0621122109.





Tourisme

Connexion



Recherche

Presiden R.I.
International Furniture Expo 11-14 Mars 2017
Minister indonésien des Affaires Etrangères
18th Asian Games Jakarta Palembang 2018
Visit Indonesia
ITPC Lyon
Visit Indonesia
Indonesian Legal Wood
Visit Indonesia

Salah satu tradisi Indonesia ialah berkumpul bersama keluarga atau teman untuk ngobrol sambil duduk lesehan di atas tikar atau karpet. Sambil lesehan biasanya ada diskusi santai untuk membicarakan permasalahan di sekitar kita. Lesehan ini merupakan bagian dari demokrasi rakyat dimana seluruh peserta yang hadir duduk bersama dan bertukar pikiran secara santai tapi serius. Acara seperti inilah yang diselenggarakan oleh KBRI Paris untuk pertama kalinya pada tanggal 4 April 2015 dengan nama “Lesehen Demokrasi.”

Sebagai upaya turut berpartispasi dalam merayakan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), kegiatan Lesehan Demokrasi edisi perdana ini mengambil tema « Relevansi Bandung Spirit dalam Perkembangan Dunia Saat Ini.” 3 orang pembicara telah diundang untuk berpartisipasi yaitu Prof. Samir Amin, pakar sejarah KAA dari World Forum for Alternatives; Dr. Darwis Khudori, Associate Professor di University of Le Havre; dan Biondi Sanda Sima, mahasiswa Master Program di Sciences Po, Paris, dengan moderator Mexind Suko Utomo, mahasiswa Ecole National d’Administration Prancis.

 

Prof. Samir Amin mengungkapkan fakta sejarah bahwa sebenarnya negara-negara Barat, khususnya AS dan sekutunya di Eropa termasuk Prancis, tidak mendukung pelaksanaan dan hasil KAA tahun 1955. Menurutnya, situasi dunia saat ini mencerminkan dunia tanpa semangat Bandung dimana terdapat perdamaian semu di permukaan tapi banyak perlawanan atas neo liberalisme. Dr. Khudori menceritakan bagaimana peran Indonesia yang besar untuk kesuksesan pelaksanaan KAA 1955 termasuk terbentuknya Gerakan Non Blok. Sedangkan Biondi sebagai wakil generasi muda menyoroti perlunya NAASP menyesuaikan dengan prediksi Asia dan Afrika sebagai future world’s engine of growth dan demographic boom dalam beberapa tahun ke depan dengan usulan memasukkan aspek pemberdayaan pemuda dan good governance sebagai bagian dari program-program NAASP ke depan. Dari diskusi dengan para peserta memang dapat ditarik kesimpulan bahwa dunia saat ini masih memerlukan semangat Bandung yang diharapkan dapat terwujud kembali melalui peringatan ke-60 KAA tahun ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 75 orang dari berbagai negara yaitu Indonesia, Prancis, Jerman, Maroko, Tunisia, Togo, Argentina, dan Haiti. Setelah diskusi, acara dilanjutkan dengan pemutaran film berjudul ”Soekarno” karya Hanung Bramantyo dan makan malam bersama ala Indonesia.

Visa On Line
Free Visa Touristique
Visa Journalistique
Indonesia Film Directory
Office du Tourisme de l’Indonésie
Pour les visiteurs  étrangers

Le sous-marin

Les orchidées

. | .. | ...

Copyright tsetia© 2015. All Rights Reserved.